Usaha Ekonomi Kreatif

oleh
Usaha Ekonomi Kreatif

 126 total pengunjung,  1 pengunjung hari ini

kreatif adalah sebuah konsep di era baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Konsep ini biasanya akan didukung dengan keberadaan industri kreatif yang menjadi pengejawantahannya. Seiring berjalannya waktu, perkembangan sampai pada taraf kreatif setelah beberapa waktu sebelumnya, dunia dihadapi dengan konsep informasi yang mana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan .

Definisi Kreatif

John Howkins dalam bukunya The Creative Economy: How People Make Money from Ideas pertama kali memperkenalkan istilah kreatif.[3] Howkins menyadari lahirnya gelombang baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997, menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 miliar dolar yang menjadikan HKI sebagai barang ekspor nomor satu di .

Usaha Ekonomi Kreatif

John Howkins mendefinisikan kreatif sebagai the creation of value as a result of idea. Dalam sebuah wawancara bersama Donna Ghelfi dari World Intellectual Organization (WIPO), Howkins menjelaskan kreatif sebagai “kegiatan dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan”.

Baca Juga >>  Kemerdekaan Indonesia

United Nations Conference on Trade and Development mendefinisikan kreatif “An evolving concept based on creative assets potentially generating economic growth and development“.

Department of Culture, Media, and Sport (DCMS) mendefisinikan kreatif sebagai Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual and content.

Dalam cetak biru Pengembangan Kreatif 2009-2015, kreatif didefinisikan sebagai “Era baru setelah pertanian, industri, dan informasi, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya”.

Karakteristik Kreatif

Tercatat beberapa hal yang menjadi karakteristik dari kreatif:

  • Diperlukan kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan dalam industri kreatif, yaitu cendekiawan (kaum intelektual), dunia usaha, dan yang merupakan prasyarat mendasar.
  • Berbasis pada ide atau gagasan.
  • Pengembangan tidak terbatas dalam berbagai bidang usaha.
  • Konsep yang dibangun bersifat relatif.

Perkembangan kreatif di

Dimulai pada tahun 2006 di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan untuk mengembangkan kreatif di . Proses pengembangan ini diwujudkan pertama kali dengan pembentukan Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu pengembangan kreatif di . Pada tahun 2007 dilakukan peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif 2007 pada Trade Expo .

Baca Juga >>  Sejarah Nama Indonesia

Pada tahun 2008, dilakukan peluncuran Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif 2025 dan Cetak Biru Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif . Selain itu, dilakukan pencanangan tahun Kreatif 2009.

Untuk mewujudkan Kreatif, tahun 2009 diadakan Pekan Produk Kreatif dan Pameran Kreatif yang berlangsung setiap tahunnya.

Content Protection By Dmca.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam posting ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Usaha Ekonomi Kreatif dan meskipun kami berusaha keras untuk menjaga informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan sehubungan dengan situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terkandung di pos untuk tujuan apa pun.

Negaraku Indonesia

Tentang Penulis: Negara Ku Indonesia

Avatar
Negara ku Indonesia, slogan ku One World, One Love and One Heart